Sebagaimana diketahui bersama bahwa barang milik daerah atau Aset merupakan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah. Itu artinya, pemahaman akan pengelolaan asset daerah adalah hal yang sangat penting bagi setiap aparatur pemerintah daerah, terutama yang bersebtuhan langsung dengan masalah manajemen aset daerah.

Jika dikelola dengan baik, aset dapat menghasilkan keuntungan finansial yang bisa dinikmati pada masa sekarang dan masa-masa yang akan datang.

Manfaat financial tersebut pada gilirannya dapat menunjang peran dan fungsi pemerintah daerah sebagai pemberi pelayanan publik kepada masyarakat.

 

Agar Aset Daerah Menghasilkan Keuntungan Finansial

Untuk mewjudkan hal itu, dibutuhkan pemahaman tentang manajemen aset yang tidak bisa lepas dari berbagai disiplin ilmu lainnya sepperti pencanaan, manajemen keuangan, dan akuntansi.

Karenanya, penting bagi setiap pihak yang berwenang ataupun berkepentingan dengan Aset Daerah untuk mempelajari Manajemen Aset Daerah.

Secara umum Aset Daerah diperoleh dari dua sumber, yakni dari APBD dan dari luar APBD. Aset yang bersumber dari pelaksanaan APBD merupakan output/outcome dari terealisasinya belanja modal dalam satu tahun anggaran.

Sedangkan Aset yang bersumber dari luar pelaksanaan APBD. Adalah Aset yang diperoleh selain dari realisasi anggaran daerah, baik anggaran belanja modal maupun belanaj pegawai dan belanja barang & jasa.

Pengelolaan aset daerah diatur dalam PP No.6/2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Permendagri No.17/2007 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Lingkup pengelolaan aset yang dimaksud meliputi beberapa hal seperti ; perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pembinaan, pengawasan, dan pengendalian.

Saat ini sudah ada peraturan pemerintah untuk masalah aset daerah. Namun itu bukan berarti pelaksanaan manajemen pengelolaan asset sudah tidak mengalami kendala sama sekali.

Salah satu persoalan yang sering muncul adalah tentang proses perencanaan dan penganggaran. Dalam praktek pengelolaan aset daerah sering dianggarkan sesuatu yang tidak dibutuhkan, sedangkan yang dibutuhkan tidak dianggarkan.

Hal ini bisa terjadi karena adanya kepentingan-kepentingan tertentu, seperti rente, yang diterima oleh aparatur daerah sebelum pengadaan barang dilaksanakan. Persoalan lainnya seperti pada kasus pengadaan barang atau jasa.

Tahapan ini paling sulit karena selain rawan dengan praktik korupsi, “ancaman” menjadi tersangka (lalu menjadi terpidana) cukup besar. Oleh karena itu, masalah yang paling sering muncul adalah: mekanisme pengadaannya penunjukan langsung, pemilihan langsung, atau tender bebas?.

Beberapa aparatur daerah sering tidak bersedia menjadi panitia pengadaan karena takut terjerat kasus korupsi. Meskipun aparatur daerah telah mengikuti ujian sertifikasi (sebagai syarat menjadi panitia pengadaan barang dan jasa sesuai Keppres No.80/2003), umumnya mereka lebih senang untuk tidak lulus sehingga tidak bertanggungjawab terhadap proses pengadaan barang dan jasa.

Diamping itu terjadi pula di beberapa daerah kabupaten/kota dalam setiap pemeliharaan terkait dengan anggaran untuk pemeliharaan. Belanja pemeliharaan ternyata salah satu objek belanja yang paling sering difiktifkan pertanggungjawabannya.

Artinya, alokasi untuk pemeliharaan selalu dianggarkan secara incremental meskipun banyak aset yang sudah tidak berfungsi atau hilang. Bisanya ini terjadi karena pemerintah daerah belum memahami tentang transparansi dalam penghapusan dan pemidahtanganan aset-aset pemerintah.

Jadi, persoalan yang tidak kalah penting dalam pengelolaan asset daerah ini terletak pada PEMAHAMAN TENTANG MANAJEMEN ASET. Saran kami, jangan sampai Anda menjadi “Tersangka” hanya karena kekurangan pemahaman aparatur tentang Pengelolaan Aset Daerah.

Silahkan KLIK DISINI untuk mempelajari tentang Manajemen Pengelolaan Aset Daerah.
Lihat dan DOWNLOAD Gratis disini

Tentang Kami

Nama :
Gagas Consultant

Badan Usaha :
PT. Gagas Jogja Inovasi

Alamat :
Jl. Pringmayang No 324 Banguntapan, Bantul,

Yogyakarta

e-mail :
gagasconsultant@gmail.com

Phone:
081238866971

Address:
Gedung PT Gagas Jogja Inovasi

Jl. Pringmayang, No 324, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta

facebook twitter